Popular Posts

Wednesday, December 15, 2010

Indoor Lighting Needs

Terkadang dalam sebuah desain, kita melupakan hal-hal yang terlihat sepele tapi menentukan keberhasilan desain kita. Memilih pencahayaan atau sering disebut lighting sangat penting. Ada begitu banyak pilihan, cahaya dan lampu yang dapat memberi aksentuasi dengan style yang berbeda.
Ingat untuk selalu mempertahankan $$efisiensi energi$$.
Untuk bola lampu yang kita gunakan, sebaiknya kita pilih lamp coverings yang tidak banyak menutupi cahaya. Pilih shade yang ringan, hindari dark shades.

1. Tentukan fungsi ruangan.
    Jika kita ingin menciptakan atmosfer yang nyaman, pilihlah lampu meja (table lamp) dengan cahaya hangat daripada menggunakan ceiling fixtures.
Di dapur, kita membutuhkan overhead lighting yang cukup terang, selain itu mungkin bisa ditambahkan task lighting diatas counter top dapur. Lampu-lampu yang dipasang di langit-langit seperti hallogen, downlight, cukup nyaman di basement, untuk ruangan lain mungkin bisa ditambahkan lampu pendant atau lampu gantung untuk memberi aksen dan penekanan (comfort feeling).

2. Coba menerapkan multipurpose lighting di beberapa area tertentu.
    Misalnya, meja makan, bisa digunakan untuk jamuan makan casual atau pesta makan malam.
Gunakan dimmable chandelier yang diletakkan diatas meja, sehingga kita dapat memperoleh cahaya / atmosfer yang dibutuhkan sesuai acara.

3. Untuk lorong atau ruang tangga pasti harus disediakan lighting. Hal itu berkaitan keselamatan (safety).     Untuk peletakannya dapat di kedua ujung lorong atau tangga.

4. Yang terakhir, gunakan beberapa decorative lighting, lampu spotlight untuk menonjolkan lukisan, terutama bila digunakan di ruang tamu, dapat menambahkan sebuah welcome focal point yang sangat berkesan.
Mengenai kegunaan energinya, pilih bohlam CFL atau LED yang lebih tahan lama dan lebih hemat.

Entrance

Contoh entrance untuk sebuah bakery di Surabaya

Interior

Ini contoh desain kita untuk Apartemen Waterplace, Surabaya